Make your own free website on Tripod.com
TEMPAT-TEMPAT YANG DAPAT DIKUNJUNGI DI SEKITAR PESAREAN GUNUNG KAWI

 

Pesarean Gunung Kawi yang bisa juga dikatakan sebagai daerah Wisata religius, disamping Pesarean sebagai fokus tujuan para pengunjung / peziarah, juga terdapat tmpat – tempat lain yang dapat dikunjungi da berlokasi tidak jauh dari lokasi makam. Adapaun tempat – tempat yang dapat dikunjungi tersebut adalah :
Adanya tempat peninggalan barang kuno yang berupa :

  • Rumah Padepokan Raden Mas Iman Soedjono
    Rumah padepokan ini semula dikuasakan kepada pengikut terdekat Raden Mas Iman Soedjono yang bernama Ki Maridun berasal dari Pekalongan. Sekarang rumah Padepokan tersebut diwarisi oleh cucu Ki maridun yang bernama Sukarno. Rumah Padepokan ini gaya arsitekturnya berciri khas rumh Joglo/Tajug mentaraman. Di sana juga terdapat dua buah bantal dan guling Raden Mas Iman Soedjono yang terbuat dari glugu atau batang pohon kelapa, serta sebuah pusaka yang berbentuk tumbak, yaitu suatu andalan Raden Mas Iman Soedjono ketika menjadi salah satu seorang Senopati Lasykar Diponegoro.

  • Tempat dua buah Guci kuno peninggalan Mbah Djoego.
    Dua buah guci kuno adalah merupakan peninggalan Mbah Djoego yang semula tersimpan di Padepokan Sanan Jugo. Kemudian oleh Raden Mas Iman Soedjono diboyong ke Gunung Kawi. Pada zamannya, Raden Mas Iman Soedjono sering menggunakannya dalam mengobati orang – orang sakit dengan cara memberikan air yang diambil dari dalam guci tersebut. Setelah melihat khasiat guci itu, kemudian masyarakat setempat menamakannya dengan nama “ J a n J a m ”

  • Pemandian Sumber Manggis
    Pemandian Sumber Manggis adalah merupakan sumber mata air yang pada awalnya Raden Mas Iman Soedjono membabat hutan dan mendirikan pedusunan yang dinamakan Wonosari, sumber ini dipergunakan untuk sarana kebutuhan kebersihan. Misalnya untuk mandi, mencuci dan mengambil wudlu. Oleh karena semula lokasinya berada ditengah hutan dan agak jauh dari rumah / padepokan Raden Mas Iman Seodjono, sebelum memberikan nama pada tempat ini Raden Mas Iman Soedjono menanam biji manggis diatas mata air tersebut. Karena Raden Mas Iman Soedjono adalah bekas Senopati yang ternama dan mempunyai kelebihan, yaitu salah satu itu dalam bidang tanam – menanam, maka tanaman apa aja yang beliau tanam akan segera tumbuh dengan cepatnya. Termasuk juga dengan biji manggis yang baru saja beliau tanam dekat mata air tersebut terkenal dengan nama “SUMBER MANGGIS”

  • Pemandian Sumber Urip
    Pemandian Sumber Urip ini terletak lebih kurang 500 meter dibawah arah timur Pesarean Mata air ini semula juga berada di tengah hutan yang lebat. Sumber mata air ini ditemukan oleh Raden Asim Nitiredjo pada tahun 1946, kebetulan saat itu sungai tempat mandi keluarganya dan masyarakat setempat dipergunakan sebagai tempat mandi anggota tentara dari Kesatuan Depo Batalion ( sekarang Resimen Infantri ) dibawah Pimpinan Letnan Kolonel Nailun Hamam. Kini pemandian itu telah dibangun berkamar – kamar dengan aliran air yang bersih pancaran dari sumber / mata air yang selalu mengalir tidak henti – hentinya. Hal ini menimbulkan selera untuk mandi sepuas mungkin, tanpa memperdulikan orang lain di luar yang antri ingin pula mandi.

  • Selain tempat – tempat tersebut, pada waktu Raden Mas Iman Soedjono masih hidup dahulu, mempunyai berbagai jenis koleksi tanaman yang terdiri dari berjenis – jenis pohon langka, natar lain, pohon kesemek, pohon kepel, sawo kecik, tanjung, kuweni, jambu klampok, katimaha, nogosari, jenar, duku, locari dan lain – lain. Namun diantara sekian banyak pepohonan koleksi Raden Mas Iman Soedjono tersebut, kiranya ada sebatang saja yang memiliki keistimewaan. Yaitu sebatang pohon sejenis cerme. Pohon itu ditanam disebelah kanan bangunan pendopo agung Pesarean. Dari masyarakat setempat pohon itu dinamakan “ Pohon Dewa Daru “. Menurut analisa botanik, pohon tersebut dinamakan : “EUGENIA UNIFLORA”, termasuk rumpun suku MYRTACEAE, yaitu suku jambu – jambuan, banyak juga kalangan masyarakat yang menyebutnya dengan “ CERME LONDO ”. semula tanaman ini hanya tumbuh disatu tempat saja, tetapi kini sudah banyak yang menyemainya. Bahkan petani – petani disekitar kini sudah banyak yang menanam dan kemudian menjualnya kepada para pengunjung atau para tamu di Pesarean Gunung Kawi sebagai tanaman hias. Tanaman yang satu ini ( dalam hal ini yang ditanam langsung oleh Raden Mas Iman Soedjono di sebelah kanan pendopo makam). Oleh para peziarah sering dianggap sebagai “pohon bertuah”. Yaitu sebagai batu uji keberhasilan. Mereka yang percaya, mengangap bahwa barang siapa yang kejatuhan buahnya pohon Dewa Daru tersebut, maka akan mendapat rejeki. Pohon ini oleh orang Tionghoa dinamakan dengan SHIAN THO (Pohon Dewa), artinya jenis pohon yang banyak ditanam oleh para dewa. Maka tidaklah mengherankan bila disekitar tumbuhnya pohon itu tiap saat banyak pengunjung pesarean bergerombol menunggu jatuhnya daun kering, bahkan buahnyapun sangat didambakan. Benarkah pohon tersebut sebagai lambang keberhasilan ? Wallahu Allam, karena ini menyangkut masalah kepercayaan umat manusia, marilah kita serahkan saja semuanya kepada Sang Maha Pencipta dan Sang Pembagi Rejeki yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa Seru Sekalian Alam.