Make your own free website on Tripod.com

YAYASAN NGESTI GONDO

PENGELOLA PESAREAN GUNUNG KAWI
DESA WONOSARI KECAMATAN WONOSARI
KAB. DATI II MALANG

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bapak – bapak / Ibu – ibu segenap pengunjung Pesarean Gunung Kawi yang berbahagia.

Pertama – tama kami mengucapkan selamat datang di kawasan Daerah Wisata Ritual Pesarean Gunung Kawi ini, dan marilah kita bersama – sama memanjatkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, semoga kedatangan Bapak/Ibu sekalian disini selalu mendapat berkah keselamatan, kesehatan, ketentraman dan kebahagiaan lahir dan batin.

Bapak / ibu para pengunjung yang berbahagia, memenuhi harapan sebagian besar pengunjung serta dilandasi oleh kewajiban moral untuk menerapkan pengelolaan terbaik Objek Wisata Ritual Pesarean Gunung Kawi pada proporsi yang benar serta tidak menyesatkan, perlulah kiranya Pengurus Yayasan Pengelola Pesarean Gunung Kawi memberi penjelasan – penjelasan sebagai berikut :

PERTAMA
Pesarean Gunung Kawi ini dikelola oleh sebuah Yayasan yang didirikan oleh Ahli Waris Alm. Eyang RM. Iman Soedjono dengan nama Yayasan Pengelola Pesarean Gunung Kawi “NGESTI GONDO“.

Yayasan ini berdomisili di Desa Wonosari Kec. Wonosari Kab. Dati II Malang. Yayasan ini tidak mempunyai cabang maupun perwakilan. Adapun lokasi makam Eyang Djoego dan Eyang RM. Iman Soedjono yang sering disebut Twa Law She dan Djie Law She Gunung Kawi itu hanyalah disini tidak ditempat lain. Tegasnya Pesarean Gunung Kawi itu Tunggal. Tidak mempunyai cabang atau perwakilan baik dikota Jakarta, Surabaya maupun dikota lain. Sebab makam itu sakral, dan makam itu bukan merupakan PT atau CV yang memungkinkan mendirikan atau mempunyai cabang dan perwakilan. Yayasan inipun tidak menugaskan seseorang atau badan untuk mengatas-namakan Yayasan guna mencari atau menghimpun dana ketempat lain.
Oleh karena itu kepada segenap pengunjung para dermawan ataupun para simpatisan penyandang dana pembangunan Areal Wisata Ritual Pesarean Gunung Kawi baik perseorangan maupun berkelompok bilamana bermaksud membayar kaul atau berdalih membayar Nadhar sebagai rasa syukur atas sesuatu keberhasilan dengan mengkaitkan identitas Pesarean Gunung Kawi dalam bentuk apapun dari pada dikecewakan oleh pihak ketiga yang tidak ada sangkut pautnya dengan Pengurus Yayasan Pengelola Pesarean Gunung Kawi ………… seyogyanya Bapak / Ibu penyandang dana berhubungan langsung dengan Petugas Yayasan diloket Pendaftaran selamatan atau langsung kepada Ketua Yayasan Ngesti Gondo Pesarean Gunung Kawi.

Terhadap semua bantuan apapun serta berapapun nilainya yang diterima Petugas Yayasan tetap akan didata dan dimanfaatkan sesuai dengan amanat penyumbang dengan penuh tanggung jawab.

KEDUA
Yang dimakamkan di Pesarean Gunung Kawi
• Almarhum Eyang Kyai Zakaria II (Eyang Djoego) yang oleh kalangan Tiong Hoa disebut sebagai TAW LOW SHE yang artinya Guru Besar Pertama
• Almarhum Eyang RM. Iman Soedjono yang lazim pula disebut DJIE LOW SHE artinya Guru Besar Kedua.
Kedua almarhum ini adalah Bhayangkara/Prajurit terpercaya Diponegoro yang mengobarkan perang besar melawan Kompeni Belanda Di Jawa Tengah yang terkenal dengan perang Jawa (Perang Diponegoro) yang berlangsung mulai tgl. 20 Juli sampai dengan 30 Maret 1830.

Dalam catatan riwayat hidupnya sesuai perang tersebut, sebagai prujurit beliau berdua tidak mau menyerah kepada Kompeni Belanda melainkan untuk menggalang persatuan Nasional serta berupaya mencerdaskan Masyarakat dengan ilmu pertanian, budi pekerti dan kebajikan dengan dilandasi idialis religius, tauqid dan taqwa didalam menjalankan syariat Agama.

Dengan demikian jelaslah bahwa bilamana kita menziarahi makam almarhum. TIDAKLAH SALAH, sebab sebagai umat beragama kita mengantarkan doa ampunan Tuhan untuk Almarhum itu hukumnya Sunnah, Di sisi lain kita juga dapat mewarisi sifat – sifat baik yang ditinggalkan almarhum yaitu sifat Patriotik yang tinggi. Pelopor perintis pembangunan dan
upaya yang gigih untuk membangkitkan dan memupuk kerukunan sesama umat. Artinya saling toleran terhadap semua pemeluk agama.

Para sesepuh kita dahulu pernah mengatakan bahwa Bangsa yang Besar adalah bangsa yang mampu menghormati pahlawannya. Di sini kita berziarah dengan maksud untuk memohonkan ampunan Tuhan atas dosa – dosa almarhum, karena berdasarkan ajaran agama almarhum ada perintah yang berbunyi : SAYANGILAH APA YANG DI BUMI MAKA YANG DI LANGIT AKAN MENYAYANGI KAMU.
Semoga amal ibadahnya diterima disisi Tuhan sedangkan pelita semangat perjuangannya yang heroik itu dapat diresapi, diwarisi serta dilanjutkan oleh generasi – generasi mendatang. Kalau kita berbuat demikian, Insya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih Tanpa Pilih Kasih akan melimpahkan Rochmat, hidayah serta Innayah Nya kepada kita sekalian.

KETIGA
Semasa hidupnya pada pertengahan th. 1870 Almarhum Eyang RM. Iman Soedjono ( Djie Low She ) pernah menanam aneka pohon langka. Antara lain Pohon Nagasari, Kweni, Kepel, Kesemek, tanjung, Mugo Pudak Wangi, Kanthil, jenar, Katimaha, Jati Mulya dan lain – lain. Diantara koleksi pepohonan langka tersebut, ada yang sangat menonjol karena benihnya didapat dari luar pulau, pohon sejenis cerme tersebut dinamakan pohon Dewa Ndaru atau Cerme Londo. Dalam bahasa Botanikny dinamakan EQUINA UNIFLORA. Sedangkan oleh kalangan Tionghoa disebut pohon Shian Tho artinya pohon Dewa. Karena diyakini pohon tersebut langka. Bahkan dalam legenda Cina Kuno, pohon itu dipercayai hanya ditanam oleh para Dewa dan Kaisar.
Tidaklah heran kalau sekarang secara naluriah timbul anggapan dari para pengunjung yang menyatakan bahwa siapa yang kejatuhan buah “ Shian Tho “ diareal
Pesarean Gunung Kawi dipercayai akan mendapat kesuksesan maupun kebahagiaan.
Kesemuanya itu terserah kepada pribadi masing – masing, karena istilah kepercayaan itu pengertiannya relatif. Artinya tidak bisa dikaitkan dengan agama maupun diuraikan secara ilmiah. Walaupun begitu kami mengharap hal tersebut janganlah dikembangkan kearah yang tidak rasionl. Misalnya seseorang kebetulan kejatuhan buah Shian Tho ( Dewa Ndaru ) kemudian buah tersebut dibungkus dengan lembaran uang kertas yang masih berlaku, bahkan merasa wajib menebus buah Dewa Ndaru tadi dengan membeli aneka sesaji atau kambing hidup yang harus dilepaskan dihutan dengan harga yang cukup tinggi / mahal. Kesemuanya itu tidak benar. Sekali lagi tidak benar.

Yang benar ialah, apabila pengunjung kejatuhan buah Dewa Ndaru kalau betul – betul meyakini bahwa hal itu merupakan pertanda akan datangnya kesuksesan maupun kebahagiaan, bersyukurlah kepada Tuhan Sang Maha Pencipta. Karena DIALAH sebenarnya Maha Penentu dan Pembagi Rezeki yang seadil – adilnya.

Membungkus buah Shian Tho / Dewa Ndaru ataupun benda – benda lain dengan uang kertas yang masih berlaku adalah melanggar Undang – Undang. Karena lembaran uang kertas berdasarkan Undang – Undang moneter kegunaannya hanya satu. Yaitu untuk alat pembayaran yang sah. Bukan untuk kepentingan lain. Kalaupun seandainya pengunjung ingin membungkus buah Shian Tho bungkuslah dengan kertas biasa atau kain dengan baik. Lebih baik lagi kalau biji Shian Tho tadi ditanam sebagai tanaman hias. Agar menjadi kenangan yang mengesankan sepulangnya dari Daerah Wisata Ritual Pesarean Gunung Kawi. Dan apabila para pengunjung ingin melaksanakan Ziarah keliling supaya hal tersebut dilaksanakan pada malam hari Pkl. 12.00 sampai selesai.

Demikianlah penjelasan kami semoga kesemuanya itu menjadi pemikiran positif bagi para Peziaarh sekalian agar tidak mengalami hal – hal yang mengecewakan menyesatkan serta merugikan. Kami pun ikut berdo’a semoga tujuan Bapak/Ibu dalam berziarah ke Pesarean Gunung Kawi ini selalu mendapat Ridho dari Tuhan Yang Maha Pemurah. Amiiin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Pengurus Yayasan NGESTI GONDO
Pengelola Pesarean Gunung Kawi